Pentingnya Penataan Kerja untuk Safety Workplace

penataan-ruang-kerjaPenetapan standar untuk penataan kerja yang baik harus selalu ada di dalam sebuah organisasi, baik itu jika Anda berada di sebuah lubang lumpur basah kuyup dari area konstruksi atau di dalam pabrik. Tidak ada perusahaan yang dibebaskan dari penetapan standar penataan kerja yang baik, meskipun memang ada standar berbeda antara perusahaan pabrikan semen dengan perusahaan yang berbasis teknologi.

Standar ini sebenarnya agak spesifik untuk di utarakan, selain model atau jenis standar yang berbeda dari pabrik semen adalah pabrik sepatu atau lebih spesifik lagi sepatu khusus sperti safety shoes.

 

Akibat yang di Timbulkan dari Standar Penataan Kerja yang Buruk

Penataan kerja yang baik memberikan dampak baik. Jika tempat kerja tidak berfokus pada penataan kerja yang baik, pada para karyawannya, pada para vendornya, dan juga tidak perduli dengan hal-hal lainnya membutuhkan tindakan yang berkaitan dengan proses produksi, maka Anda tidak bisa mengharapkan adanya continuous improvement yang berkualitas dari perusahaan tersebut dan juga rendahnya tingkat keselamatan kerja dalam perusahaan tersebut.

 

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa ada konstruksi yang berantakan pada area kerja, material yang berpindah, dan di ditempatkan ulang hingga enam sampai delapan kali tanpa alasan yang tepat. Dengan hal seperti ini bagaimana perusahaan tersebut dapat menanamkan akuntabilitas dalam aktivitas pengawasan yang menjadi tujuan utama demi tercapainya keselamatan kerja yang baik, dan juga bagaimana bisa perusahaan tersebut membangun budaya karyawan yang melibatkan seluruh karyawan tersebut. Hal ini tentu saja menjadi masalah.

 

3 Langkah untuk Menciptakan Penataan Kerja yang Lebih Baik

Terapkan tujuan yang jelas. Jelaskan secara rinci pengertian dari “good housekeeping”, buat rencana tertulis, bangun struktur akuntabilitas yang baik, dan tambah kategori self-audit. Berikan pelatihan kepada supervisor agar mereka lebih aware dan perduli terhadap isu-isu yang dapat menghancurkan moral & budaya produktivitas perusahaan. Terapkan standar kerja yang baik sebagai peringatan awal untuk isu-isu yang menyangkut tenaga kerja dan para karyawan perusahaan.

Iklan